pembaharuanpost.com.—- Bupati Takalar Mohammad Firdaus Daeng Manye memaparkan arah kebijakan pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dalam sesi materi khusus pada pelatihan pengurus koperasi di Balai Latihan Kerja (BLK) Takalar, Kamis (13/11/2025).
Paparan tersebut disampaikan di hadapan 220 peserta pelatihan yang berasal dari desa dan kelurahan se-Kabupaten Takalar.
Dalam kesempatan itu, Bupati menegaskan bahwa penguatan koperasi menjadi bagian penting dalam arah pembangunan Takalar lima tahun ke depan.
Ia kemudian memaparkan 7 prioritas pembangunan daerah yang tercantum dalam dokumen perencanaan Takalar 2025–2029.
Prioritas pertama adalah Takalar Unggul Teknologi Digital, yang menekankan pentingnya digitalisasi tata kelola dan pelayanan publik.
Prioritas kedua yakni Takalar Unggul peningkatan PAD, dengan mendorong partisipasi desa, UMKM, dan koperasi dalam sektor ekonomi produktif.
Prioritas ketiga, Takalar Unggul produksi hasil laut dan budidaya perikanan, menjadi sektor yang terus didorong melalui penguatan kelembagaan ekonomi pesisir.
Selanjutnya, prioritas keempat adalah Takalar Unggul produksi hasil pertanian, yang menjadi penopang utama kehidupan masyarakat di pedesaan.
Dalam prioritas kelima, Bupati menekankan pentingnya penguatan BUMD, BUMDes, UMKM, dan Koperasi sebagai fondasi ekonomi kerakyatan.
Dua prioritas terakhir adalah Takalar Unggul pelayanan publik, infrastruktur, dan SDM, serta Takalar BISA (Bersih, Indah, Sehat, dan Nyaman).
Bupati menjelaskan bahwa koperasi berada pada prioritas kelima dan menjadi pilar utama untuk memperkuat ekonomi desa.
Ia kemudian memaparkan perkembangan Koperasi Merah Putih di Takalar yang saat ini mencapai 110 unit, terdiri dari 86 koperasi desa dan 24 koperasi kelurahan.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 37 koperasi telah dilaunching dan mulai beroperasi di wilayah masing-masing.
Pemerintah menargetkan 100 koperasi desa/kelurahan launching pada Maret 2026 sebagai bagian dari percepatan pembentukan KDKMP.
Pada sesi materi, Bupati juga menjelaskan progres regulasi seperti penerbitan SK Satgas Pembentukan KDKMP dan penyusunan Ranperbup Percepatan Pembentukan Koperasi yang telah disinkronkan dengan Kanwil Kemenkumham Sulsel.
Pembinaan dan pendampingan difokuskan pada 37 koperasi aktif, terutama dalam aktivasi SIMKOPDES (ODS Microsite) dan penyusunan proposal bisnis ke Bank Himbara.
Di akhir materi, Bupati memperkenalkan slogan utama pembangunan daerah, TAKALAR CEPAT, Cepat Berpikir, Cepat Bertindak, Cepat Hasilnya.
Ia menyebut slogan tersebut sebagai dorongan bagi seluruh pengurus koperasi untuk bekerja cepat, tepat, dan menghasilkan manfaat langsung bagi masyarakat.
Bupati berharap para peserta mampu menerjemahkan materi tersebut ke dalam pengelolaan koperasi yang lebih profesional dan bertanggung jawab.
“Jika koperasi kuat, maka desa kuat. Dan jika desa kuat, Takalar akan menjadi daerah yang maju dan membanggakan,” tutupnya.
Leave a Reply