class="entry-header mh-clearfix">

APAKAH KACAB BRI.TAKALAR ALERGI WARTAWAN ?, TAUKAH SATPAM YANG AROGAN ?

PEMBAHARUAN POST MENERIMA LAYANAN PEMASANGAN IKLAN DEMI KESUKSESAN DAN KEBERHASILAN USAHA ANDA

PP. Takalar- Salah satu Satpan BRI Takalar menghalang-halangi beberapa Wartawan hendak  ketemu kepala cabang BRI Takalar untuk di konfirmasi terkait mahasalah nasabahnya yang telah meninggal dunia beberapa hari yang lalu, beberapa Wartawan datang ke kantor BRI Takalar tujuan  konfirmasi terhadap masalah keluarganya yang punya sangkut paut dalam hal angsurannya di BRI Takalar , tapi apa yang terjadi para  Wartawan tersebut di  tolak mentah-mentah alasannya “Tidak bisa di urus kalau bukan anaknya. (Senin: 29/05/2017).

Rahman. Nama Satpan tersebut telah menghalang-halangi para insan pers yang datang ke kantor BRI Takalar. Selain tidak mengizinkan ketemu dengan atasannnya, juga terkesan menyembunyikan identitas Kepala cabang tersebut dengan alasan tidak jelas. “ Tidak boleh ikut campur masalah konsumen kami. yang seharusnya ketemu kepada kepala CABANG BRI TAKALAR harusnya saudaranya atau anaknya yang bersangkutan.” Tegas Rahman.

Kamal Tojeng dari Tabloid Duta sangat menyayangkan sikap perilaku Sang Satpam. “apa salahnya kalau seorang Wartawab bertamu atau silahturahmi sekalian konfirmasi tentang mahasalah bagaimana kalau nasabahnya yang telah meninggal dunia apakah masalah pinjam atau angsuran kreditnya di BRI masih lanjut  pembayarannya atau tidak , tapi nyatanya kami dari beberapa media di tolak mentah-mentah oleh satpannya dan inikah jawabannya kalau kita bertamu secara baik-baik.“ Sesal Kamal.

Lanjut Kamal menuraikan “Setahu saya kalau membuat beritakan harus akurat dan di percaya tentang isi dan pemberitaannya harus sesuai dengan adanya konfirmasi dari kedua yang bersangkutan agar pemberitaan singkrong(berimbang) dari pihak orang yang bersangkutang dalam hal ini pihak BRI Cabang Takalar.”

Hal ini dialami oleh para insan pers. Ketika ingin bertemu dengan Kepala Cabang BRI Takalar, untuk sekedar konfirmasi mengenai salah seorang nasabah BRI yang meninggal dunia atas nama Ramli Daeng Nai Warga Desa Bontomanai, Kec. Mabo, Kab. Takalar, Sulsel. Para insan pers yang terdiri dari beberapa Media hendak mendapat penjelasan prosedur ketika seorang nasabah meninggal dunia, bagaimana kelanjutan dari angsuran kredit selanjutnya. Apakah tetap di pertanggung jawabkan oleh ahli waris atau bagaimana ?, namun diluar dugaan Satpam yang bertugas tidak memberinya jalan wakau hanya untuk mendapat penjelasan dari Kepala Cabang BRI Takalar. Para Insan Pers tersebut hanya butuh informasi.(Arsyad Leo)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*