ANEH…: DANA KELOMPOK TANI RESKI BERSAMA. DI CAIRKAN OLEH JAMALUDDIN DG. RANI PADAHAL DIA BUKAN BENDAHARA KELOMPOK TERSEBUT.

PEMBAHARUAN POST MENERIMA LAYANAN PEMASANGAN IKLAN DEMI KESUKSESAN DAN KEBERHASILAN USAHA ANDA

PP. Takalar. Salah Satu program yang menjadi Idola para kelompok Tani di Takalar Sulsel, adalah Unit Pengolahan Pupuk Organik (UPPO) yang ada pada Dinas Pertanian dan Kehutanan. Lantaran program tersebut dapat memfasilitasi kelompok dalam mendapatkan ternak sapi dan juga fasilitas pengolahan limbahnya untuk di jadikan pupuk organik. Namun yang di pertanyakan adalah sepak terjang Jamaluddin Dg. Rani yang berani mencairkan dana yang bukan untuk kelompoknya. Yaitu dana yang sebesar Rp. 270 Juta di peruntukkan kepada Kelompok Tani Reski Bersama.

Jamaluddin Dg. Rani selaku ketua kelompok Bontoparang Indah, telah mencairkan dana kelompok Tani Reski bersama sebesar Rp. 190 Juta. Dana tersebut konon di alihkan kedalam rekening pribadinya. padahal anggaran sebanyak itu untuk pembelian 10 ekor sapi, pembangunan rumah kompos dan pembangunan kandang, dan alat angkut motor Tida Roda. Namun kenyataannya Jamaluddin Dg. Rani tidak membeli sapi sesuai aturan juknis, namun hanya menunjuk beberapa ekor sapi milik keluarganya. Artinya pengadaan sapi terindikasi fiktif. Demikian juga Motor Tiga Roda hanya menunjuk kendaraan pribadinya yang sudah beberapa tahun di beli. Ini juga fiktif karena tidak membeli kendaraan yang baru. Selain itu mengenai pembangunan rumah kompos dan kandang sapi juga belum selesai dikerjakan alias terbengkalai.

Menurut PPL Desa Bontoparang Muh. Nurdin bahwa, “Dana yang Rp 190 itu, adalah merupakan pencairan tahap pertama. Dan semuanya sudah menyalahi aturan. Pertama Jamaluddin Dg. Rani, telah mencairkan dana yang bukan haknya, tetapi milik kelompok lain. Pengadaan sapi dan alat angkut motor Tiga roda juga fiktif karena hanya menunjuk barang pribadinya. olehnya itu saya selaku PPL tidak akan bertanggung jawab tentang pencairan itu”. Tegas Nurdin. Kepada “Pembaharuan Post” (Senin : 10/10/2016).

Di tanya mengenai sisa dana sebesar Rp. 80 Juta yang belum di cairkan. “ Masalah itu, kami minta kepada Bidang Tanaman Pangan. Agar dana itu di cairkan oleh bendahara kelompok Reski Bersama, dan bukan di kuasakan kepada Jamaluddin Dg. Rani sebab dia tidak berhak lantaran dia bukan pengurus apalagi bendahara. Dan itupun kalau semua dana yang cair pada tahap Pertama bisa di pertanggung jawabkan secara nyata oleh Jamaluddin Dg. Rani sesuai dana yang dia cairkan.” Jelas PPL Desa Bontoparang Muh. Nurdin.

Dengan kejadian ini di minta kepada Pihak kepolisian untuk mengusut tuntas masalah ini. Termasuk peranan Jamaluddin Dg. Rani, yang berani mencairkan dana bantuan kelompok Tani yang bukan haknya. Demikian juga masalah  pengadaan yang terindikasi fiktif dari anggaran Rp. 190 Juta, yang konon di alihkan kedalam rekening pribadinya. karena hal ini jelas telah merugikan kelompok Tani Reski bersama bersama anggota kelompoknya. (Red)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*