class="entry-header mh-clearfix">

ALIANSI MASYARAKAT PENCARI KEADILAN GELAR DEMO DI POLRES TAKALAR TERKAIT HILANGNYA BARANG BUKTI PADA KASUS PEMBUNUHAN DI LANTANG.

PEMBAHARUAN POST MENERIMA LAYANAN PEMASANGAN IKLAN DEMI KESUKSESAN DAN KEBERHASILAN USAHA ANDA

PP. Takalar. Aliansi Masyarakat Pencari Keadilan yang terdiri dari JPKP, Hipermata, Himpunan Pemuda Lanyara, LSM Lontara Indonesia, serta Fortal Sulsel. Melakukan aksi demonstrasi damai di depan Polres Takalar, Sulsel. Terkait kasus pembunuhan terhadap (JM) warga desa Moncongkomba yang terjadi di Desa lantang oleh pelaku (TJD) beberapa bulan yang lalu, yang hari ini telah di gelar persidangannya yang ke Tiga.(Senin: 27-03-2017).

Aksi yang di lakukan oleh pihak keluarga korban ini beserta Aliansi Masyarakat Pencari keadilan lantaran adanya kejanggalan di persidangan yaitu hilangnya barang bukti yang digunakan pelaku untuk menghabisi korban yaitu sebilah parang.

Hal ini dianggap oleh peserta aksi adalah merupakan sebuah persoalan krusial dan fatal terhadap penegakan supremasi hukum karena dengan hilangnya barang bukti tersebut menurutnya telah melanggar pasal 223 KUHP tentang, barang siapa yang sengaja menghancurkan, merusak, membikin tak dapat dipakai, menghilangkan barang-barang yang digunakan meyakinkan atau membuktikan sesuatu diancam dengan pidana paling lama Empat Tahun.

Olehnya itu menurut Arifandi Laposta dalam gugatan orasinya untuk mengusut tuntas kasus kasus pembunuhan yang di lakukan dengan perencanaan, mendesak pihak kejaksaan dan pihak kepolisian untuk menghadirkan barang bukti di persidangan.

Selain itu Arifandi Laposta yang juga merupakan Jenderal lapangan dari aksi tersebut. Juga mendesak pihak kepolisian dan Kejaksaan Takalar untuk transparan dan tegas dalam menindak tersangka. Serta mendesak pengadilan Takalar memberikan tuntutan sesuai dengan undang undang. Tegas Arifandi.(Red)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*