AKTIVIS HAM GELAR AKSI DI KEJATI SULSELBAR, TUNTUT PENYELESAIAN KASUS KORUPSI TERMASUK YANG ADA DI TAKALAR.

PEMBAHARUAN POST MENERIMA LAYANAN PEMASANGAN IKLAN DEMI KESUKSESAN DAN KEBERHASILAN USAHA ANDA

PP. Makassar. Puluhan Himpunan Aktivis Mahasiswa (HAM) Sulsel menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Wilayah Sulselbar, Jalan Urip Sumoharjo, Makassar, (Jumat :24- 02- 2017).

Jenderal Lapangan HAM Sulsel Ilhamsyah dalam orasinya mengatakan, pihaknya menantang keberanian Kepala Kejati Sulselbar yang baru menjabat untuk serius menyelesaikan beberapa kasus yang terindikasi korupsi, yang ada dan belum sempat terselesaikan di Sulsel.  Selain itu,  Kejati sudah tidak lagi memiliki taring dalam mengusut kasus korupsi yang ada di Sulsel.

“Sebelum pergantian Kepala Kejati (Kajati), ada beberapa kasus korupsi yang melibatkan kaum elite di Sulselbar. Namun, Kajati sebelumnya (Hidayatullah) tidak mampu menuntaskannya. Bahkan, mandek dan dilupakan begitu saja para penegak supremasi hukum, khususnya di Kejati Sulselbar Sekadar diketahui, setelah satu tahun lebih bertugas di Sulsel, Hidayatullah dimutasi untuk menjabat sebagai Inspektur 1 pada Jaksa Agung Muda Pengawasan. Posisi Kajati Sulselbar sendiri telah diisi Jan S Maringkah yang sebelumnya memegang jabatan sebagai Kajati Maluku.

Ilhamsyah juga menyebutkan, beberapa contoh kasus yang belum terselesaikan bahkan cenderung diabaikan seperti kasus penjualan aset negara yang ada di Kabupaten Takalar. Menurutnya, kasus tersebut melibatkan kaum elite yang ada di Takalar.

“Hingga kini, belum juga ada penyelesaian di meja Kejati Sulselbar,” bebernya.

Setelah beberapa lama berorasi, massa aksi juga memaksa masuk ke dalam Kantor Kejati guna menemui Kajati guna menyampaikan langsung beberapa aspirasi dan tuntutan mereka.

Sementara itu, dalam orasinya Ketua HAM Sulsel Dedy Jalarambang menegaskan salah satu tolok-ukur keberanian dan kesuksesan seorang Kajati di Sulselbar adalah ketika ia berani mengungkap dan menuntaskan kasus-kasus yang ada di Sulselbar.

Di tempat terpisah, saat ditemui di kediamannya, pendiri HAM Sulsel Ismail Radja mengatakan Kajati Sulselbar yang baru harus berani mengusut kembali dan menuntaskan kasus penjualan aset negara yang ada di Takalar yang diduga melibatkan mantan bupati Takalar. Ia juga berharap agar pelimpahan jabatan tersebut tidak dijadikan alasan lambatnya penuntasan kasus yang ada di Takalar. “Biasanya transisi jabatan kerap menjadi alasan lambatnya kinerja penegak hukum,” imbuh Ismai. (Abit Fals)

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*