Aksi Pengeboman Ikan Marak Terjadi Antara Bauluan & Rewataya ?. “Diharap Petugas Segera Tanggap”

PP. Takalar. Aksi pengeboman ikan marak terjadi yang lokasinya antara pulau Bauluang dan Desa Rewataya. Kegiatan pengeboman ini diduga dilakukan oleh seorang satu warga pulau, ini sesuai informasi yang berkembang, namun hal itu juga  belum bisa dipastikan. (Rabu: 29 Juni 2022)

Kegiatan pengeboman terpantau dengan mendengar ledakannya sejak seminggu yang lalu, terkadang meledak pada jam 06.00 pagi, jam 10.00 pagi, jam 12.00 siang dan jam 15.00 sore hari.

Hal ini dibenarkan oleh pemerhati Lingkungan Wahyudin Nur yang saat kemarin menyaksikan langsung aktifitas tersebut bersama kelompok masyarakat Passe’reanta bahkan sempat memvideokannya.

“Apa pun asanannya yang namanya Destruktif fishing harus tetap dihapuskan karena ini kejahatan yang dapat menghancurkan sumber penghidupan Nelayan, khususnya nelayan kecil tradisional seperti pemancing gurita, cumi² dan ikan, rumah-rumah ikan (terumbu karang) akan hancur dan  akan berproses berpuluh² tahun baru akan tumbuh kembali. Oleh karenanya community base Management dan Government base Menegement harus bersatu padu menghapuskan Destruktif fishing (Bom ikan maupun bius). Ungkap Wahyudin Nur.

Tambah Wahyudin Nur bahwa. “Sementara ini, komunikasi diantara pemerintahan setempat sudah dilakukan dari jajatran Desa, Polsek, Polres, CDK Mamminasata dan juga Polairut, semua akan bergerak bersama dengan strategi masing-masing.”

Menanggapi aksi-aksi kejahatan lingkungan yang secara langsung menghancurkan lahan kehidupan nelayan tersebut. Maka ketika di bentuk Kelompok Masyarakat pengawas (PokMasWas).

“Kami siap bergabung pada tim burusergap. Apalagi kalau Kelompok Masyarakat Pengawas (PokMasWas) sudah terbentuk.” Kata Masriadi warga Satangnga dan Lasamaris Warga Satangnga.

Dengan kejadian ini. Sangat diharapkan kepada aparat terkait untuk segera terjun dilapangan. Karena apa pun alasannya kegiatan seperti itu sangat merugikan masyarakat. Karena merusak biota laut dan juga terumbu karang.

 (laporan: Lammato’)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*