PP. Takalar. Sekumpulan mahasiswa yang menamakan dirinya Gerakan Mahasiswa Peduli Takalar menggelar aksi unjuk rasa di poros jalan Jenderal Sudirman tepat gedung DPRD Takalar dan juga depan kantor Bupati Takalar. (Senin: 18-04-2022).
Gerakan mahasiswa peduli takalar tersebut sambil membakar beberapa ban bekas juga menyuarakan beberapa issu. Baik issu nasional, maupun issu local.
Nurdin Ansyari Usman.SH, dalam orasinya menuntut untuk menuntaskan polemic kebangsaan yang menjadi issu nasional seperti, refrorma agrarian, stop eksploitan alam, Penegakan HAM serta krisis BBM, dan juga mendesak untuk mengusut tuntas kelangkaan minyak.
Selain tuntutan diatas para mahasiswa melalui pengeras suara mendesak untuk segera di deklarasikan bebas covid 19 oleh pemerintah. “kita tolak saudara-saudara MPR melakukan amandemen jilid tiga. Karena demokrasi sudah diambang batas. Selain itu kita juga dengan tegas menolak tambang pasir julid tiga.”
Selain mengusung issu nasional. Gerakan Mahasiswa Peduli Takalar ini juga menyuarakan issu lokal. Dia menyatakan bahwa P22 telah gagal total. Mendesak pemerintah Kab. Takalar menganggarkan bea siswa, evaluasi kinerja DPRD Takalar, transfaransi dana PEN. Serta menuntut agar mengusut tuntas dugaan korupsi dan tindak krimiminalisasi di Kab, Takalar.
“Mendesak APH segera tetapkan tersangka kasus tambang pasir laut Galesong.” Demikian berbagai issu dalam yang merupakan tuntutan yang disuarakan oleh Gerakan Mahasiswa Peduli Takalar. (laporan: Rudy)
Leave a Reply