class="entry-header mh-clearfix">

15 TAHUN BERGELUT DENGAN TUMOR: NENEK MULYANI TERBARING LEMAS, NUNGGU BANTUAN PAK JOKOWI HARAPNYA.

PEMBAHARUAN POST MENERIMA LAYANAN PEMASANGAN IKLAN DEMI KESUKSESAN DAN KEBERHASILAN USAHA ANDA

PP. Nasional. Mulyani Eni Prihatin nenek 50 tahun menderita penyakit tumor dengan ukuran yang cukup besar di leher sebelah kirinya. Mulyani kini hanya bisa berbaring dengan menahan rasa sakit.

Akibat penyakit tumor yang dideritanya, nenek 3 anak cucu ini tidak dapat banyak beraktivitas. Setiap hari dia hanya berbaring di sebuah kontrakannya di Kamal, Kalideres, Jakarta Barat.

Mulyani tinggal bersama dengan Rini (30) anak perempuannya dan 3 cucunya. Sementara suami Rini, Beni Sumaryanto (31) hanya bekerja serabutan. Penghasilannya hanya cukup untuk hidup sehari-hari. Mereka hanya bisa pasrah mendapat bantuan para dermawan dan pemerintah yang membantu pengobatan Mulyani.

“Saya tiap hari hanya seperti ini tiduran saja, itu pun terlentang karena tidak bisa bergerak sakit banget,” ujar Mulyani sambil berbaring kepada detikcom di rumahnya, Jl Kampung Belakang, Kalideres, Jakarta Barat, Jumat (16/12/2016).

Penyakit tumor yang diderita Mulyani sudah 15 tahun, kondisinya kian hari kian memburuk. Hingga saat ini Mulyani belum juga melakukan pengobatan karena terbentur masalah biaya.

“Saya enggak punya BPJS jadi saya takut biaya mahal sementara kami keluarga yang hidup pas-pasan. Saya berharap pemerintah membantu saya, saya berharap sama pak Joko Widodo, saya ingin sembuh,” kata Mulyani sambil menangis.

Wali Kota Jakbar: Saya Belum Dapat Laporan.

Saat dikonfirmasi terpisah, Wali Kota, Jakarta Barat Anas Efendi mengaku belum mendapat laporan terkait warganya yang mengidap penyakit tumor besar tersebut.

“Coba tanya ke Sudin Sosial dan Sudin Kesehatan mas. Saya belum dapat laporan terkait hal itu, namun kami akan langsung melakukan pengecekan ke lapangan,” ujar Anas saat dihubungi detikcom.

Anas melanjutkan, pihaknya akan segera melakukan pengecekan terhadap laporan tersebut.

“Nanti kami tanya ke Camat terus sama lurahnya, terus lurah nanti tanya ke RT nya. Pasti kami tindak lanjuti laporan ini, ” imbuhnya.

Mulyani menderita penyakit ini sudah 15 tahun lamanya, kondisinya kian hari kian memburuk. Hingga saat ini Mulyani belum juga melakukan pengobatan karena terbentur masalah biaya.

“Saya nggak punya BPJS, mau berobat takut karena enggak punya biaya, saya berharap sama pemerintah agar dapat bantuan pengobatan,” ujar Mulyani. (Detiknews)
(rvk/rvk)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*